Permasalahan Moda Transportasi Umum
Jumlah penduduk di
Indonesia yang meningkat setiap tahunnya selalu membuat masalah baru terutama
di bidang transportasi. Hal ini disebabkan
kebanyakan masyarakat umum banyak yang membeli kendaraan pribadi baik secara
tunai maupun non-tunai. Lalu kurangnya perhatian terhadap trannsportasi umum
juga menambah buruk keadaan, contohnya seperti sarana dan prasarana yang ada banyak
yang sudah tidak terawat. Ditambah lagi dengan kurangnya perhatian terhadap
manajemen pengelolaan juga menambah buruk situasi, dan terakhir dari segi
armada juga banyak yang kurang dan beberapa ada juga yang telah rusak.
Mulai
dari sarana prasarana seperti yang kita lihat, contohnya saja jalur busway banyak pembatas jalan atau yang
biasa disebut separator busway yang
rusak lantaran biasa dilewati mobil kendaraan yang melanggar rambu lalu lintas.
Kondisi jalan banyak yang berlubang karena termakan usia, banjir, maupun karena
bobot kendaraan yang dianjurkan berlebihan muatan menyebabkan aspal yang ada
menjadi amblas ke dalam. Rambu-rambu yang ada, banyak yang telah hilang dan tidak sedikit rambu yang
terkena vandalisme membuat gambar dari rambu tersebut sulit dibaca.
Selain
itu, kurangnya perhatian terhadap sopir angkutan umum juga memperburuk keadaan.
Seperti yang biasa dilakukan sopir kendaraan angkutan umum yang melakukan demo
menuntut untuk kenaikan upah lantaraan pendapatan yang ia dapat tidak seimbang
dengan pengeluaran untuk perawatan kendaraan yang ada. Sedangkan pemberian gaji
yang sangat sedikit membuat setidaknya beberapa sopir angkutan umum mogok
bekerja dan banting setir mencari
pekerjaan yang lebih layak. Kondisi ini membuat para penumpang sangat sulit
untuk mencari alternatif lain lantaran kendaraan angkutan umum yang biasanya
mampir ke halte kini banyak yang tidak beroperasi.
Peremajaan
armada angkutan umum ini sangat diperlukan, lantaran banyak armada yang ada
sudah tidak
lagi layak jalan
mengingat umur kendaraan sudah melebihi batas persyaratan. Dari mulai bunyi
kendaraan yang sudah tidak lagi halus, bangku yang sudah tidak nyaman,
pendingin udara yang seharusnya menghembuskan angin yang dingin tidak bekerja
dengan baik atau bahkan tidak menyala, dan juga sisa gas buang kendaraan
angkutan umum yang tidak terawat mengundang polusi udara lebih banyak karena
asap gas buang yang lebih pekat.
Oleh
karena itu, dimohon pemerintah daerah kota maupun
provinsi untuk lebih memerhatikan lagi kondisi angkutan umum yang ada. Jangan sampai
masyarakat beralih moda transportasi dari menggunakan
angkutan umum ke kendaraan pribadi yang tentunya membuat
jalan di kota menjadi macet dan berlebihan volume
kendaraannya. Lebar jalanpun tidak mampu menampung banyaknya
kendaraan yang berada di jalan. Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan sopir kendaraan angkutan umum untuk diberi
gaji yang sesuai serta meremajakan kendaraan yang ada seperti memperbaiki
maupun membeli unit yang baru agar para calon penumpang merasa aman dan nyaman
ketika berpergian menggunakan transportasi umum.
Tidak ada komentar