Breaking News

Masih baru dibuat, sedang dalam penyesuaian.

Sampah Yang Tidak Pada Tempatnya

Oleh : Ahmad Rifqi Baidhowi
S
ampah merupakan suatu barang yang sudah tidak terpakai kembali atau merupakan barang bekas yang telah kita gunakan. Sampah sudah ada sejak zaman Mesolitikum (zaman batu madya) yang mana manusia prasejarah sudah mulai menetap. Mereka meninggalkan beberapa hasil budaya salah satunya merupakan Kjokkenmoddinger atau sampah dapur yang merupakan sebuah fosil yang bisa ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera. Sampah dapur sendiri merupakan sebuah tumpukan atau timbunan kulit kerang dan siput yang ketinggiannya mencapai ± 7 meter membentuk bukit.
            Lalu apa hubungannya dengan sampah dapur yang telah kita baca di atas? Tentunya kalian sering melihat beberapa tumpukan sampah yang ada di pinggir jalan maupun di tempat lain. Tentunya tumpukan sampah tersebut tidak nyaman untuk dipandang mata. Hal tersebut merupakan perilaku beberapa orang yang membuang sampah tersebut hingga membentuk setumpukan sampah sama halnya seperti manusia prasejarah. Perilaku ini tentunya harus diubah agar orang tersebut sadar akan dampak buruk dari membuang sampah sembarangan.
            Tumpukan sampah itu sendiri juga sering kita jumpai di pinggir jalan maupun di tempat yang minim sekali terdapat tempat pembuangan sampah. Contohnya saja di perumahan kumuh di bantaran sungai ciliwung misalnya. Sering kali kita melihat tumpukan sampah di pinggir sungai yang telah menggunung. Sampah tersebut diduga terbawa arus sungai hingga sebagian menumpuk di pinggiran sungai. Selain itu warga sekitar juga sering membuang sampah di pinggiran sungai juga turut menambah tumpukan sampah yang telah ada.
             Selain itu, sering kali juga kita melihat tumpukan sampah di tempat umum. Contohnya saja di hatle transjakarta, tempat sampah yang ada tidak cukup menampung tumpukan sampah yang ada sehingga sampah tumpah berserakan ke lantai. Hal ini tentunya membuat tanya apakah penyedia jasa tidak menyediakan tempat sampah tambahan atau cleaning service yang ada kurang memerhatikan hal tersebut sehingga tempat sampah yang telah penuh tidak dibersihkan dengan semestinya.
            Kemudian, di sekitar stasiun terutama tanah abang, ketika kita baru saja keluar pintu gerbang tiket dan menuju keluar dari stasiun. Kita akan menemukan beberapa sampah yang tidak dibuang pada tempatnya. Padahal terdapat tempat sampah di pinggir trotoar dan juga di depan stasiun. Entah apakah kondisi yang ada dikarenakan stasiun dekat dengan pasar sehingga sampah dibuang secara sembarangan oleh orang yang berlalu lalang di depan stasiun atau memang orang yang membuang sampah tersebut kurang edukasi.
            Padahal membuang sampah pada tempatnya itu tidaklah berat, mengapa orang-orang terus membuang sampah seenaknya saja ke pinggir jalan. Contohnya saja teman saya sendiri dengan enaknya meninggalkan sampah di meja kantin menunggu petugas pembersih mengambil sampah tersebut. Sering kali saya peringatkan untuk tetap membuang sampah ke tempat sampah yang telah disediakan dan itupun tidak jauh dari meja yang ia tempati. Namun tetap saja pemikiran dia tidak sedemikian dengan apa yang saya pikirkan seraya berkata “Kan sudah ada petugas sampah yang mengumuti sampah kita, kalau kita tidak membuangnya seperti itu mereka pastilah tidak akan bekerja.”
            Mendengar kalimat tersebut saya sendiri juga heran kenapa teman berpikir seperti itu. Bagaimana dengan orang lain yang membuang sampah di sembarang tempat padahal tempat sampah itu sendiri berada tidak jauh dari orang tersebut. Orang-orang cenderung berpikir sampah yang dibuang tersebut akan larut dibersihkan oleh petugas dengan sendirinya. Padahal tidak, petugas sampah justru hanya mengangkut sampah yang berada di tempat sampah untuk dipindahkan ke truk pengangkut sampah dan kemudian dibawa ke tempat pengelolaan sampah.
            Melihat perilaku masyarakat seperti ini semestinya pemerintah mulai bertindak tegas dengan memberikan sanksi kepada yang membuang sampah sembarangan. Atau paling tidak diadakan sosialisasi berkenaan Lingkungan Hidup agar masyarakat sadar kalau membuang sampah sembarangan merupakan tindakan buruk yang melanggar tata krama lingkungan. Tentunya sikap membuang sampah pada tempatnya juga harus mulai dari diri sendiri terlebih dahulu.

Tidak ada komentar